5 April 2013

Timbul Tenggelamnya PO Wonogiri-an

Seiring mendidihnya persaingan bisnis usaha perbisan di jagad ini khususnya di pulau Jawa, yg imbasnya adalah gegap gempita para onwer untuk terus memacu semangat dalam menghadapi ladang bisnis yg lahannya makin terkikis, satu cara ampuh sebagai senjata dalam melawan musuh adalah dengan menhadirkan armada yg recomended.
Roda selalu berputar menerjang jalanan, ada saatnya dimana lintasan itu mulus, dan ada pula yg terjal dan bergelombang, itu laksana sebuah halang rintang perjalanan usaha para penggede penggede Otobus ini.
Wonogiri yg kala itu pernah merajai perhelatan dunia transportasi bis, yg merupakan buah dari tumbuh kembangnya cikal bakal yg ditanamkan Atmo Wiranto lewat bendera PO Timbul Jaya, yg juga mengilhami kelahiran PO Tunggal Dara Indonesia Group yg saat ini umumnya telah berpindah tangan ke generasi kedua.
Entah mengapa, beberapa waktu silam, kibaran bendera perusahaan bis bis di Kabupaten bermoto SUKSES ini seperti turun pamor dari sedia kala.
Apalagi armada berbendera non lokal makin hari kian banyak yg menyambangi kota pemilik Waduk Gajah Mungkur itu, seakan makin menambah dalam tenggelamnya PO asli yg dulunya sempat berjaya.
Namun nampaknya, virus Muria-an yg saat sekarang tengah menjamur, ternyata juga menjamui para kawan sepengusahaannya dari wilayah lain, termasuk Wonogiri pula. Meski tak secara spontanitas berapi api layaknya kobaran tren gengsi ala Bumi Kartini, namun greget up to date armada dari beberapa PO di Wonogiri lambat laun mulai menampakkan keseriusannya.

1.GMS (Gajah Mulia Sejahtera)
PO yg terlahir dari pecahan Gajah Mungkur ini bisa diibaratkan sebagai Nusantara'nya Wonogirian, akhir akhir ini seakan tak hentinya menampilkan armada armada anyar baik unit baru maupun rebody saja. PO berelief lima bintang ini pula lah yg sontak melakukan gebrakan di ranah homebasenya dengan menjadi yg pertama mengusung busana berlabel Royal Coach. Cukup banyak body karya Adiputro dan Tentrem yg dioperasionalkan untuk kelas Super Executive, Executive, dan VIP, sedang untuk kelas Patas disediakan armada rekondisi yg tak kalah menawan dengan balutan body yg tengah ngetren saat ini. Tak hanya body saja yg fresh, dua unit chasis baru keluaran Mercedes-Benz OH-1626 pun ditebusnya, serta modifikasi Air Suspensi bawaan karoseri turut di jejalkan di beberapa armada yg mengusung chasis OH-1526. Mengikuti jejak yg digalakkan PO lereng gunung Muria, GMS pun tak ingin berdiam diri, berani melukiskan livery baru di sebagian armadanya, dengan tampilan grafis yg lebih simpel dan satu warna saja, meninggalkan ciri khas dahulunya sebagai bis bekelir tiga warna. Terobosan baru dalam rangka menambah fasilitas armada demi kepuasan pelanggannya, serta menanggapi halo'an Hotspot Bus yg dipelopori oleh BeJeU, GMS pun tak segan menambahkan perangkat Wi-Fi untuk beberapa armadanya.

Scorpion King Untuk Kelas Super Executive




Body Rombakan Garasi Untuk Kelas Biasnis

Legacy SR-1 Untuk Kelas Patas





Jetbus HD New Livery untuk Kelas Super Eksekutif

Body Zonda Bus untuk Kelas Super Eksekutif



Lambang Air Suspension di GMS

Standarisasi Uji Emisi dan Wifi di GMS

2. Timbul Jaya
Siapa yg tak kenal dengan PO legendaris ini, konon dari usaha hasil bumi yg digeluti sang empunya lah yg membidani kelahiran PO PO besar yg masih eksis hingga sekarang. Semasih jaya jayanya kala itu, PO ini juga memiliki karoseri interen bernama Jaya Karoseri, karyanya yg saat ini masih ada adalah sebuah unit Tunggal Daya orange divisi Kalideres-Sukabumi. Entah apa sebabnya, putaran roda PO milik Bupati Wonogiri H.Danar Rahmanto ini tak sekencang imange'nya dulu, kini tinggal menyisakan beberapa trayek tujuan Jakarta saja untuk line regulernya. Namun di lain sisi, divisi Pariwisatanya terbilang mulai bergulir menghadirkan armada yg gress dari karoseri ternama kota Malang, Jetbus HD ala Adiputro dan Scorpion King by Tentrem. Eksistensi yg menurun mungkin membuat PO ini perlahan mundur dari divisi reguler dan justru fokus pada lahan anyarnya di kancah bis pariwisata yg unit barunya meninggalkan kelir dominannya dulu yaitu hijau dan berganti livery abu abu kecoklatan kombinasi pink, hijau, dan kuning. Inilah warna baru Timbul Jaya yg mungkin menjadi tolak awal kebangkitan dari keredupan yg pernah dialaminya.

Jetbus HD Adiputro
Scorpion King

3. Gajah Mungkur
Mungkin ini PO yg ada di urutan nomor tiga setelah GMS dan Timbul Jaya dalam menebus body built up Adiputro. Dua unit New Travego versi teranyar "Jetbus HD" di datangkan dari Malang di atas chasis Mercedes-Benz OH-1526 untuk melayani kelas Big Top, kelas high-end satu satunya yg ada di Wonogiri saat ini. Selang beberapa waktu, dua Jetbus HD kembali di datangkan untuk squat pasukan armada berbasis Executive Class. Jalan selanjutnya yg ditempuh H.Sumaryoto selaku punggawa PO ini untuk menjadi yg lebih baik bagi para pelanggannya adalah dengan melakukan penambahan kelas sebagai tambahan optional bagi penumpang dari berbagai kalangan berbeda, jika sebelumnya hanya ada empat kelas saja, yaitu Patas, VIP, Executive, dan Big Top, kali ini menjadi lima pilihan kelas setelah diluncurkannya armada rebody Legacy Sky SR-1 untuk jajaran kelas Super Executive.

Legacy Sky SR-1 Laksana untuk Kelas Super Eksekutif

Legacy Laksana untuk Kelas VIP

4. Tunggal Dara / Tunggal Dara Putera
Ini adalah merupakan PO raksasa saat itu, dengan aura khas kemewahan dan kenyamanan yg ditawarkan saat itu. Sayang, tak adanya usaha peremajaan pada armadanya, serta fenomena terpecahnya PO ini menjadi Gajah Mungkur, membuat kejayaan PO rintisan Darmo Sutarno ini tak berkibar seindah dulu. Namun, kefanatikan penumpang kala itu rupanya masih ada hingga sekarang, terbukti dengan masih eksisnya PO yg sekarang berpindah tangan pada H.Mulyadi yg merupakan penerus dari genersi pertamanya.
Berbeda dengan kedua saudaranya GMS dan Gajah Mungkur, induk dari Grup TDI ini rupanya tak goyah dengan kehadiran armada armada baru dari Adiputro milik dua perusahaan yg dulu masih satu naungan dengannya, dua PO berkelir merah ini lebih memilih mitra pada karoseri Laksana untuk merebody armadanya dengan jamahan baju Legacy Sky SR-1, serta justru konsisten meremajakan armadanya dengan tangan pribadi lewat karoseri interen "Revolution"nya.
 
Legacy Sky SR-1
Revobus ala Revolution
New Marcopolo ala Revolution

5. Tunggal Daya
Bis yg konon pemiliknya masih saudara kandung dengan pendiri Timbul Jaya dan pendiri Tunggal Dara Indonesia ini terbilang paling variatif jika dibandingkan dengan PO lokal lainnya. Selain melayani jalur Wonogiri-Jakarta yg sudah tak asing lagi, PO yg sering di sebut dengan akronim TuDay ini juga melayani line Wonogiri-Bandung-Sukabumi dan Jakarta-Sukabumi, serta juga berkiprah dalam bis pariwisata yg bermarkas di Jogja, entah apakah dari berbagai divisi itu masih satu management ataukah telah terpecah, namun kesemuanya masih tetap memegang teguh tiang bendera atas nama Tunggal Daya.
Selain armada Legacy Sky SR-1 yg belum lama ini diambil pabrik pembuatan body bis di Ungaran, ada juga body terbaru lansiran karoseri Tri Sakti Magelang bertajuk Titan. Untuk line Pasundannya, dioperasikan armada New Proteus yg merupakan produk Laksana yg masih aktif hingga kini. Lain pada divisi pariwisatanya yg condong mengusung body varian New Travego dari berbagai karoseri.

New Proteus Laksana Line Bandung
Legacy Sky SR-1 Line Jakarta



6. Sedya Mulya
Eksistensinya dulu terbilang mumpuni, bahkan dulu sempat memiliki unit Volvo segala. Semasih tren bis berbody ala ikan lohan, PO ini hadir dengan livery bintang bintang yg cukup menarik, dengan warna khas abu abu dan orange. PO yg berhombase di timur terminal Giri Adipura Wonogiri ini memang sering bermetamorforsis dalam hal kelir bodynya, pernah meluncurkan armada warna orange dengan lukisan realis orang berkebun, dan menuliskan trademark'nya "Strive to the Quality" di sisi samping body bis.
Kini armada keluaran anyarnya berbaju Legacy Sky SR-1, Titan, serta Evonext.
Legacy Sky SR-1 Laksana
Evonext New Armada
Titan Trisakti

Itulah beberapa PO di kota Gaplek yg kembali menunjukkan gelagatnya, memulai eksistensi yg sempat mengendor, semoga ini adalah titik awal sebagai semangat juang para bos PO PO Wonogirian untuk menyejajarkan armadanya dengan PO besar di Wilayah lain. Biarpun tanpa adanya sebuah Psywar, namun keinginan untuk lebih meningkatkan kualitas dan pelayanan semoga bisa menjadi modal awal dalam mendongkrak kesuksesan berbisnis yg pernah terukir kala itu.

23 comments:

  1. mantap pak... jd pengen pulkam ke sukoharjo

    ReplyDelete
  2. terima kasih telah berkunjung dan berkomentar....

    ReplyDelete
  3. PO pertama yg menggunakan Adiputro Royal Coach di Wonogiri bukan GMS, jauh sebelum itu ada ISMO dengan 2 unit Volvo-nya dan juga Purwo Widodo walaupun eks-PO lain

    ReplyDelete
  4. terima kasih @sannutra atas koreksinya, agar bisa menjadi pembenahan bagi pembaca lain...

    ReplyDelete
  5. Tetep gak semewah Muriaan yg udh pake Volvo & Scania. :D

    ReplyDelete
  6. masih ada lg dulu ada giri indah, purwo widodo/purwo putro, sekarang nasibnya bgm mas bro...

    ReplyDelete
  7. http://www.dailybus.net/2015/01/kumpulan-foto-medium-bus-po-haryanto.html Nitip link ya pak...

    ReplyDelete
  8. Jos gandos mantebbb kutho tiwul jempollllllll

    ReplyDelete
  9. Jos gandos mantebbb kutho tiwul jempollllllll

    ReplyDelete
  10. Jos gandos mantebbb kutho tiwul jempollllllll

    ReplyDelete
  11. wah jadi pengen pulang kampung :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo, tilek kampung sekalian naik bis...

      Delete
  12. Wah bagus banget infonya mas.. kalau berkenan mampir ke blog saya yaa http://aprilia-mixnotes.blogspot.co.id/ terimakasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, kemarin saya juga dah smpet mampir, tapi artiket ttg bis nya baru sedikit ya mbak... ayo mbak ditambah lagi...

      Delete
  13. Tetep tunggal dara yg di hati..knagan 1987 1995...pacitan jkt livery kuning walau non AC bus paling luar biasa saat itu......sayang skrng tinggal knangan

    ReplyDelete