Total Tayangan Laman

Rabu, 23 Mei 2012

Puasnya Nyobain PO Harapan Jaya

Hemmm, rupanya waktu di kampung halaman habis sudah, kini keadaan mengharuskan ku untuk segera balik ke kota ladang pencaharianku Jakarta. Mulai grogi deh perasaan di hati ini buat nentuin Kuda Besi apa yg akan ku tumpangi sepanjang jalur Wonogiri - Jakarta, mau pesen tiket sama Pak Bagong tapi udah sering banget naik Gunung Mulia, kalau jalan sama LP51 juga udah 3x ngrasain New Marcopolonya Laju Prima, atau ikut Rosalia Indah aja ya... ah, gak deh orang kemarin juga udah pernah numpang Eksekutif 297 nya kok. Ahhh, malah bingung nih, lalu tercetus gagasan kalau seandainya aku ikut GMS Super Eksekutif atau Big Top nya Gajah Mungkur, ide bagus nih... sekalian nyobain PO asli Wonogirian yg selama ini belum menjadi pilihan hatiku. Tapi tunggu dulu, kalau ikut GMS nanti pas hari keberangkatan aku dapat Scorpion King nya gak ya, jangan jangan bukan Si Comando lagi yg nanti ngeline... Lalu kalau aku ikut Gajah Mungkur Big Top dengan armada MB 1526 tiketnya dibanderol 200 ribu, itupun dari Baturetno bukan dari Purwantoro, berarti aku harus ngeluarin biaya ekstra lagi buat jalan dari Purwantoro ke Plaza GM Ngadirojo dan dari Lebak Bulus ke rumah, pasalnya Big Top GM ini ngeline Baturetno - Lebak Bulus, yaaah kejauhan kalau mesti turun di Lebak Bulus, akhirnya gak jadi deh nyobain salah satu di antara dua bersaudara itu, ikut lainnya aja ah... Aduuuh, jadi makin linglung nih, andai saja bis dari PO Kudusan buka trayek Wonogiri - Jakarta pasti gak ribet kaya gini kalau aku mau balik, tinggal milih aja mau ikut Scanianya Nusantara, HotSpotBusnya Bejeu dan Muji Jaya, atau warna warni Eksekutifnya Haryanto, sayang mimpiku buat nyobain lincahnya bis Muriaan belum kesampaian lantaran jauhnya agen dari tempat tinggalku. Ups, setelah merenung membayangkan Scania Nusantara tiba tiba muncul pandangan, yups Harapan Jaya... PO asli Tulungagung yg merupakan kompetitor PO Nusantara dalam mengoperasikan mesin Scanianya, armadanya buat ku bagus bagus banget, its ok sekarang terjawab sudah galau ku akan bis apa yg mau ku naiki kali ini, gak berlama lama segera ku buka web buat nyari alamat agen Harapan Jaya (HJ) yg terdekat dari desaku dan akhirnya ketemu yaitu di kota Solo. Keesokan harinya aku bergegas mencari alamat agen yg ku dapat dari web, kebetulan ada temen yg tau dimana letak jalan Adi Sucipto tempat agen HJ berada, pas juga dia mau berangkat kuliah ke Solo jadi bisa bareng deh... Setelah sampai Solo, ku telusuri sepanjang jalan Adi Sucipto namun kok gak ada satupun agen bis malam disini ya,,, karena penasaranku maka gak cukup kalau cuma sekali aja aku wira wiri di jalan ini, aku coba muter muter sepanjang jalan Adi Sucipto namun tetap aja gak ada hasil, gak ku temui agen HJ disini. Berhubung aku juga gak tau liku liku jalanan Solo, akhirnya ku putusin buat pulang daripada nantinya berlama lama nyari agen HJ dan aku nyasar malah tambah ribet lagi. Sesampainya di rumah, aku cari info tentang agen HJ di grup Facebook PO Harapan Jaya (HarJay) Mania, di situ ku dapatin informasi lebih jelas bahwa agen HJ berada di Jalan Ahmad Yani tepatnya di sebelah barat Bangjo Sumber, pantas aja tadi aku gak nemuin orang aku nyarinya di alamat yg salah kok, ternyata bukan di Jalan Adi Sucipto tapi Jalan Ahmad Yani, ku dapat info lebih lagi bahwa agen HJ tersebut di lewati bis bumel dari Wonogiri yg hendak masuk ke terminal Tirtonadi Solo. Esok harinya lagi aku kembali ke Solo, karena info yg mengatakan jikalau agen HJ di lewati bis bumel dari Wonogiri maka kali ini aku memilih buat ikut Gunung Mulia bumel Solo - Purwantoro aja biar gak nyasar... Sesampainya di Solo, ternyata benar di sebelah timur lampu merah sumber memang ada agen HJ, hanya saja karena aku ngebis jadi aku gak turun dengan rencana besok lagi mau ke sini pakai motor, aku pun gak beranjak dari seat Gunung Mulia bumel sampai di Purwantoro lagi. Seusai berganti hari, kembali aku berangkat ke Solo buat dapatin tiket HJ, tancap gas motor sampailah ke Solo, namun sayang sekali lagi sayang, agen yg alamatnya ku cari selama dua hari berturut turut kok kali ini tutup, kenapa gerangan? Apakah agen HJ di sini telah gulung tikar, jelas gak mungkin lah orang HJ itu PO besar, apa memang belum buka, entah apa jawabannya aku gak berpikir negatif, pikiranku cuma pengen pulang dan cari info lagi tentang penyebab agen tutup, tancap gas pulang deh... Sampai di rumah, langsung saja mengupas info kenapa agen HJ di Solo tutup, solusi terbaik yg ku temui bukanlah alasan mengapa agen tutup akan tetapi aku dapat info tentang nomor HP penjaga agen tersebut, langsung saja ku telepon dan nyambung, syukur... Setelah ku bertanya tanya dengan penjaga agen via HP, aku pun diberikan option untuk memilih kelas Patas atau VIP, pengenku seh sebenere kelas Eksekutif biar dapat ngrasain Scania K380i nya, namun karena jawaban dari management HJ yg mengatakan bahwa rute tujuan unit Scania selalu di rolling setiap harinya apalagi untuk kelas Eksekutif gak ada yg ke arah Bogor, jadi ku pikir ya mending aku ikut yg VIP aja deh, kalau beruntung juga dapat armada yg ber'Suspensi Udara. Kebetulan ada temen yg lagi ada proyek di Solo, sekalian deh ku telepon suruh nebusin dulu tiket di agen HJ. Sekarang akhirnya tiket pesanan untuk keberangkatan tiga hari mendatang pun telah di tangan, dapat bis kode 15 seat nomor 6A, udah tenang deh sekarang... Tiga hari berlalu sudah, kini saatnya go to Jakarta dengan HJ, jam kumpul di agen sih jam 18.00, perjalanan dari rumah ke Solo dengan bis kurang lebih 3 jam, tapi daripada aku telat ya udah aku berangkat dari rumah jam 14.30. Aduh aduh, ternyata eh ternyata kok pak sopir Gunung Mulia bumel yg ku naiki buat ke Solo kencang banget injak gasnya, udah gitu gak ngetem lagi, alhasil perjalanan ke Solo cuma ditempuh dalam waktu 2,5 jam saja, jadi penumpang yg datang di agen paling awal deh aku yaitu tepat jam 17.00. Seusai daftarin tiket pesananku untuk di tukar dengan tiket asli, kini waktu mengharuskanku untuk bersabar nungguin bis kode 15 datang, mengingat jam kumpul di agen adalah jam 18.00 ini berarti bis akan datang minimal 30 menit sesudahnya, jadi masih sekitar 2 jam'an deh aku harus di sini nungguin bis berlivery gambar kuda itu. Untung aja kondisi agennya gak kalah sama bisnya, bersih, nyaman, serta luas dengan ruang tunggu yg lapang, aku seh memilih duduk di teras depan sembari menikmati pemandangan sore lalu lintas jalan raya kota Solo yg besok sudah gak bakal aku temui lagi di Jakarta, di sini juga aku bisa lihat dan hunting Rosalia Indah dan Raya yg hendak berangkat ke Jakarta, Eka/Mira dan Sumber kencono yg mau ke Jogja, Royal Safari/Taruna yg akan kembali ke Semarang, dan bis bis bumelan lainnya yg mau atau dari terminal Tirtonadi. Saking asiknya melototi bis yg lewat di depan agen, sampai gak terasa kalau udah hampir 2 jam aku di sini, gak lama setelah kesadaranku itu, terdengar suara khas rem bis, langsung ku alihkan pandanganku mencari suara itu berasal, wah rupanya ada parade led sebuah lampu New Marcopolo dan sein kirinya pun berkedip, apa ini bis yg ku tunggu ya... Setelah berhenti tepat di depan agen ternyata benar ini bis kode 15, sebuah New Marcopolo HD bikinan Adiputro, sekilas ku lihat ada tulisan 1526 di belakang pintu depan, oh rupanya aku kurang beruntung karena gak dapat bis yg Air Suspension, padahal harapanku adalah sekali naik HJ semua penasaranku akan terjawab, istilahnya sambil menyelam minum air, jadi aku bisa nyobain HJ sekalian ngrasain Scania, Air Suspension, dan body bis rancang bangun karoseri Tentrem, tapi sayang ketiga harapanku itu nampaknya belum bisa terwujud saat ini, tak apalah intinya aku tetap naik PO yg loyal dengan karoseri Malang ini. Segara ku ambil tas dan ku naiki susunan anak tangga bis untuk menuju kursiku, namun di nomor 6A kok sudah di tempati orang lain ya, kebiasaan penumpang yg gak patuh dengan ketentuan nomor kursi dari agen, aku pun kembali ke depan buat konfirmasi dengan bapak Co-Driver, dan akhirnya aku dibebasin buat duduk di kursi yg masih kosong, alhasil seatku berubah di nomor 8A-8B deh. Ku letakkan tasku di bagasi atas, dan ku lepaskan sedikit rasa capekku di atas empuknya seat Rimba Kencana "Hai" yg ku rasa cukup nyaman, gak lama pramugara nyamperin buat memberikan selimut padaku, hmmmm...baunya masih fresh wangi, bantalnya juga lumayan tebal dan empuk, apalagi dengan seat 2-2 nya yg berjajar 8 baris ke belakang, ini tentu sangat leluasa buat bis ukuran VIP Class, pasalnya Rosalia Indah saja menggunakan formasi seat ini buat kelas Eksekutifnya. Belum lengkap rasanya kalau belum lihat toiletnya, walaupun gak ada rasa pengen buang air tetap aja aku buka pintu toilet dan ku lihat toilet HJ ini lumayan bersih, gak kumuh, serta dengan persediaan air yg banyak pula. Hmmmm, urusan kenyamanan dan fasilitas armada HJ ini selesai sudah ku perhatiin dengan hasil penilaian huruf "A" di mataku, kini tinggal menantikan urusan kecepatan dan pelayanan kru saja. Sebelum ku pandangkan bola mataku melihat jalanan, terlebih dulu aku mengucapkan terima kasih via SMS kepada pihak management HJ yg telah turut membantu sehingga malam ini aku bisa jalan bareng HJ, beginilah balasan pesan singkat dari management HJ "Selamat Malam Bapak, segala informasi pertanyaan saran & kritik yg bisa membantu pelanggan merupakan hal yg wajib ditanggapi manajemen. Terima kasih telah menggunakan jasa layanan HJ, Selamat menikmati perjalanan bersama HJ, Selamat jalan Bapak", tanggapannya hangat dan santun bahkan SMS ini masih saja ku save di inbox HPku. Lepas dari HP, kini saatnya mata melototi jalanan sambil nantiin serunya jalanan nanti malam, memang masih lama seh tapi mau tidur juga gak bisa, liat ke depan mau duduk di samping pak sopir tapi pak pengawalnya masih ada, ya terpaksa deh cuma bisa lihatin pemandangan malam jalanan Solo - Semarang saja. Jenuh juga seh rasanya, bingung mau ngapain, sesekali ku sandarkan punggungku di seat kulitnya, ku tutupi tubuhku dengan selimut warna birunya, dan ku ganjalkan bantal kuningnya di kepala bagian belakang dengan tujuan bisa terlelap dalam mimpi, ku berolah alih cari posisi yg enak namun apa daya rupanya pejaman mata ini tidaklah sampai ke hati dan otak, akhirnya jiwaku tetap sadar sampai bisku masuk ke halaman rumah makan Sari Rasa Weleri. Kok di sini sudah sepi ya, di halaman muka cuma tinggal sebuah Nusantara Irizar aja, service makan PO Muji Jaya dan PO Garuda Mas juga sudah sepi, setelah ku lihat jam di HP ternyata jam menunjukkan angka 11 malam, benar saja kalo di sini sudah sepi. Aku pun lantas turun, ku lihat di belakang 1526 ku turut parkir sesosok HJ Galaxy AirS, lalu kaki ku langkahkan masuk menuju rumah makan, ku amati semua tulisan yg dekat dengan pandangan mataku, tapi kok gak ada petunjuk tempat service makan HJ ya, aduh bingung ni aku jadinya, mending nunggu penumpang lainnya aja deh lalu aku ikutin mereka. Wah wah wah, rupanya ini to ruang service HJ, pantas aku bingung nyarinya lha wong tempatnya menyendiri begini, sungguh istimewa service makan malam HJ di RM.Sari Rasa ini, bersih, berpendingin, dan lengkap dengan fasilitas toilet di dalamnya, jadi pelanggan HJ gak perlu repot antri dan bayar dana kebersihan untuk menggunakan Toilet di luar seperti PO lainnya, salut deh dengan pelayanan HJ akan service makan malamnya. Perut telah terisi, aku pun keluar dari ruang service prasmanan, di luar rupanya telah parkir dua unit HJ lagi, tepat di samping kanan bisku ada sebuah Scorpion King bermesin Mercy dan di belakangnya lagi sebuah Jetbus HD. Gak lama datang sebuah Scorpion King lagi namun kali ini berpacu mesin Scania, karena parkirnya lumayan jauh dari hadapanku aku pun mendekati si K380i ini, setelah pintu sliding depan terbuka, bis itu pun seperti merosot, body bis jadi ceper abis hampir mau nyium tanah untuk memudahkan penumpang melangkahkan kaki keluar masuk bis, sungguh menakjubkan dan gak salah bis ini diberi titel Beyond Imagination... walaupun aku gak bisa nyobain naik bis itu namun aku cukup senang bisa melihat langsung kinerja sistem Air Suspension dengan mata telanjangku yg sebelumnya hanya ku lihat di video layar 3 inc HP ku saja. Belum juga semua penumpang bis Excecutive Class itu turun, pramugara bis ku telah memberi aba aba kepada penumpang untuk segera kembali ke dalam bis 15, yaaah sayang deh aku cuma bisa lihat body Scorpion King itu turun tapi gak bisa lihat nanti pas naik, apa boleh buat aku pun segera kembali ke seat 8A-8B ku. Wah, kok selimut yg tadi telah ku pakai sekarang jadi rapi lagi, jok yg tadi ku mundurin pun jg jadi standar lagi, ini karena pramugara nya saja yg memang rajin atau karena sudah jadi program management dalam hal pelayanan, gak tahu juga seh masalahnya baru sekali naik HJ, yg jelas fenomena seperti ini belum pernah ku temui sebelumnya di PO lain, jadi makin kagum saja sama pelayanan kru HJ. Setelah pramugara mengecek jumlah penumpang, driver tengah segera tancap gas melanjutkan perjalanan, ini saatnya yg ku tunggu tunggu sebuah fenomena yg sedang hangat dan seakan menjadi tren di kancah bis malam Indonesia yaitu ngeblong. Sepanjang jalur alas roban gak juga kelihatan ada rival, jalanan hanya berisi truk truk saja, ya mungkin karena waktu telah tengah malam jadi sudah jarang bis yg baru sampai jalur maut ini. Mataku lambat laun terpejam lantaran gak ada pertarungan yg bisa ku nikmati, namun tak jua bisa terlelap dalam indahnya mimpi, setiap kali aku mau mencapai puncak pulasnya tidur aku kembali terbangun oleh suara "Krekat Kreket" yg berasal dari bawah kabin bis yg semakin sering dan semakin keras, aku mulai bertanya dalam keingin tahuan tentang asal muasal dan sebab suara itu, padahal ini bis semuanya baru baik chasis, mesin, ataupun body. Namun ku coba menghilangkan segala keraguanku itu, aku gak ingin berpikir negatif dan memilih untuk mencoba menutup mata kembali. Mataku kembali terbuka setelah bis berhenti di kota Pemalang, ku lihat ke depan ternyata macet karena sistem buka tutup jalur guna perbaikan jalan, kebetulan di kota ini menjadi titik crash antara bis dari timur dan dari barat, jadi gak bisa ngeblong kanan deh ini bis. Lalu dari kiri ada yg ngeblong, ternyata sebuah HJ galaxy AirS yg ketemu di RM tadi, di ikutin New Travegonya RosIn dan menyusul Haryanto, wah seru ni mulai datang beberapa kompetitor, driver ku pun gak mau kalah ikut banting setir ke kiri mbuntutin Haryanto. Saat keadaan mengharuskan para driver nekat untuk kembali ke jalur aspal, di sini mereka harus memotong laju mobil di sebelah kanannya, ku lihat HJ paling depan telah lolos masuk ke jalur yg seharusnya, begitupun RosIn, tinggal Haryanto dan bisku saja yg tengah nyari celah buat nyodok ke kanan, ternyata driverku cukup berani dan lincah juga, bemper depanya telah masuk ke kanan, dari belakang ada truk yg gak mau ngalah juga karena jalannya direbut, klaksonnya gak berhenti berbunyi, namun karena kelihaian pilotku akhirnya seluruh badan bis ini bisa masuk aspal menyundangi sang truk di belakangnya sekaligus lolos dari hadangan Haryanto di depannya. Jalanan kembali lancar, namun berhubung kerusakan jalan yg terbilang parah bisku tak kuasa mengejar rekan satu PO nya si Galaxy yg bersuspensi udara, namun tetap aja bisa melibas sebuah RosIn, GMS Jetbus, OBL, dan Muji Jaya tanpa ada perlawanan dari mereka. Sampai di kota Brebes mataku gak bisa ku ajak kompromi, ngantuk rupanya mulai menyerang, akhirnya aku pun tertidur pulas sampai bisku tiba di RM.Taman Sari 2 Ciasem guna service snack pagi, oh rupanya di sini telah parkir rapi 3 unit Scania ScorKing, 2 unit di antaranya adalah sang Beyond Imagination. Selang aku menikmati service snack berupa secangkir kopi hangat dan sebuah roti basah, datang lagi sebuah ScorKing namun yg satu ini berdapur pacu MB 1526, yaaah bisku jadi gak punya temen deh dikeroyok sama 4 unit Scorpion King.

Kemudian terdengar aba aba dari salah seorang pramugara, memberikan instruksi kepada penumpang bis kode 4 untuk kembali menempati kursinya masing masing, bis 4 adalah satu di antara dua unit Scania K380i Beyond Imagination, ternyata aku memang lagi beruntung, kalau di RM.Sari Rasa tadi aku hanya sempat lihat body bis ini turun maka kali ini aku lihat saat bodynya naik, sekali lagi aku kagum melihatnya, pasalnya baru kali ini aku melihat langsung fenomena ini terjadi pada sebuah bis, kemarin aku sempat lihat pada mobil sport mewah Ferrari, eh ternyata ada juga bis yg mengusung teknologi layaknya mobil mahal itu, hehehe tuh namanya kan juga bis mewah... Tak lama seusai keberangkatan bis 4 kemudian bisku pun menyusul, jam telah menunjukkan angka 05.00, nyala lampu bis bis di jalanan pun sudah tak lagi maksimal karena dikalahkan dengan mentari yg perlahan terbit, namun di jalanan juga masih nampak bis bis malam yg berkeliaran, masih ada Lorena, RosIn, PK, Haryanto terlihat jalan santai bersama bisku. Karena secangkir kopi di RM tadi efeknya mataku kembali cerah dan enggan buat ku pejamkan, ku nikmati elok suasana pagi jalanan Indramayu, apalagi driver tengah yg kini jatah istirahat justru duduk di kursi sebelahku, ada kesempatan buat ngobrol deh sama pak sopir... Pertama tama ku tanya masalah bunyi "Krekat Kreket" dari bawah body biar penasaranku terjawab, dan pak sopir pun menjawabnya bahwa bunyi itu berasal dari per/suspensi karena chasis dalam keadaan baru, apalagi ditambah dengan kondisi jalan yg rusak, maka suaranya akan semakin menjadi jadi, suara itu nantinya akan hilang setelah bis beroperasi sekitar 3-5 bulanan, ooo ternyata ini bis perlu adaptasi dengan lintasan juga ya... Kemudian beliau juga bercerita tentang jumlah armada yg dimiliki HJ kesemuanya mencapai jumlah 150 unit dengan pembagian 50 unit untuk bis malam, 70 unit untuk bis patas Surabaya, dan sisanya adalah divisi pariwisata. Lanjut cerita tentang pengalaman beliau membawa HJ Scania, curhatnya denganku bahwa mengemudikan bis Scania itu jauh lebih enak daripada bis ini, beliau tidak perlu menginjak rem terlalu dalam saat tiba tiba berhadapan dengan jalanan yg gak mulus, beda dengan bis ini yg bila beliau tidak menginjak pedal rem sampai mentok maka penumpang akan merasa tidak nyaman ketika bis melewati jalanan berlubang. Imbuhnya lagi bahwa lusa menjelang lebaran HJ akan membuka trayek Pare - Jakarta, daerah mana tuh Pare? aku sendiri juga gak tau, hehehe mungkin pak sopir ini ngiranya aku adalah warga Tulungagung karena aku naik bis plat AG jadi aku ngerti daerah Pare, gak taunya aku orang Wonogiri. Gak sampai di situ saja, beliaupun bertanya padaku tentang bis apa saja yg pernah saya tumpangi, pas saya sebutkan semua bis yg pernah saya coba dan di antaranya adalah bis yg bermarkas di Wonogiri beliau pun seperti kaget, "Lho, lha sampeyan daleme pundi to kok tau numpak Tunggal Dara karo Gajah Mungkur barang?", setelah saya jawab bahwa saya adalah orang Wonogiri tepatnya Purwantoro beliapun merasa heran, bilangnya "Oalah, sampeyan ki wong kono to, lha trus kok iso melu montor iki wingi munggah seko ngendi?", aku pun menceritakan tentang keinginanku merasakan HJ dan beliapun baru sadar bahwa aku adalah orang yg punya hobi dengan dunia bis. Sampai di gerbang tol Cikunir beliapun ijin untuk beristirahat tidur di belakang, tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepadanya telah berkenan ngobrol bersamaku. Kini jarak Cikunir sampai Pal Depok sudah gak panjang lagi, ku gunakan waktu yg tersisa di sini buat ke toilet cuci muka, melipat selimut dan menyetandarkan sandaran jok supaya mengurangi tugas pak pramugara, dan mengambil tasku serta stand by untuk siap turun. Senengnya semalaman jalan sama si putih kombinasi orange, bis nya baru, fasilitasnya ok, pelayananya memuaskan, krunya ramah, drivernya ngeblong lagi... heeem, apakah rencanaku ke depan buat nyobain bis bis lain harus terhenti lantaran aku ngrasain kecocokan dengan bis berlogo huruf HC ini, gak tau lah nanti apa jawabannya, yg ada di pikiran dan perasaanku sekarang hanyalah rasa gembira bisa menikmati perjalanan bersama PO. Harapan Jaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar